Tampilkan postingan dengan label Tugas SIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas SIM. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 15, 2012

CLOUD COMPUTING

0


Cloud Computing

Komputasi awan (cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, seperti awan yang sering digambarkan di diagram jaringan computer, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Cloud computing adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan, sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.
Gartner mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”
Forester mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”
Secara sederhana, Cloud Computing dapat kita bayangkan seperti sebuah jaringan listrik. Apabila kita membutuhkan listrik, apakah kita harus punya pembangkit listrik sendiri? Tentu tidak. Kita tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, PLN), menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik, dan kita tinggal menikmati layanan tersebut. Pembayaran kita lakukan bulanan sesuai pemakaian.
Apabila sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM (Customer Relationship Management). Kenapa perusahaan tersebut harus membeli aplikasi CRM, membeli hardware server, dan kemudian harus memiliki tim TI khusus untuk menjaga server dan aplikasi tersebut. Disini cloud computing berperan. Penyedia jasa cloud computing seperti Microsoft, telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat digunakan langsung oleh perusahaan tadi. Mereka tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, Microsoft), “menyambungkan” perusahaannya dengan layanan tersebut (dalam hal ini, melalui Internet), dan tinggal menggunakannya. Pembayaran? Cukup dibayar per bulan (atau per tahun, tergantung kontrak) sesuai pemakaian. Tidak ada lagi investasi di awal yang harus dilakukan.

http://blog.umy.ac.id/itmedia/files/2011/10/ilustrasi-cloud2.jpg
 

 Karakteristik Cloud Computing
Dengan semakin maraknya pembicaraan seputar cloud computing, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka menyediakan layanan cloud computing.
Akan sangat membingungkan bagi kita para pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud computing atau bukan.
Untuk mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat diintisarikan bahwa cloud computing ideal adalah layanan yang memiliki 5 karakteristik berikut ini.
1.      On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui  mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2.     Broad Network Access
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3.       Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4.      Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5.       Measured Service
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan  cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

Kelebihan Cloud Computing
  1. Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
  2. Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
  3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
  4. Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
  5. Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.

Kekurangan Cloud Computing
Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.

Apabila ditanya mengenai bagaimana mendeskripsikan Cloud Computing dalam 5 atribut, maka atribut-atribut tersebut adalah:
1.      Self service
Konsumen dan penyedia layanan dapat mengelola dan penyediaan layanan awan melalui sistem yang otomasi
2.      Akses luas
Kemampuan yang tersedia melalui jaringan atau internet dan dapat diakses melalui berbagai perangkat.
3.      Semua resource di tempat yang sama
Sumber daya untuk menjalankan program / menyimpan data disatukan sehingga dapat melayani sejumlah besar pelanggan dengan menggunakan sejumlah besar penyelia.
4.      Elastis
Melalui otomatisasi, kapasitas sumberdaya cepat dapat diubah-ubah untuk memenuhi peningkatan permintaan, dan juga mampu untuk mengurangi layanan seperti menurunkan permintaan.
5.      Menggunakan sistem 'argo'
Sistem cloud secara otomatis mengontrol dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan memanfaatkan kemampuan metering. Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan dan dihitung

Sumber:

E-COMMERCE (ELECTRONIC COMMERCE)

0


E-Commerce atau Electronic Commerce bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

·           Definisi E-Commerce menurut Laudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.

·           Definisi dari E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 3 perspektif berikut:
1.      Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
2.      Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang
menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
3.      Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
4.      Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.

·           Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1.      Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat
didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2.      Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal
E-Commerce, hal 4-5)

E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1.         Menyediakan harga kompetitif
2.         Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3.         Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4.         Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5.         Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6.         Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7.         Mempermudah kegiatan perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
1.      E-mail dan Messaging
2.      Content Management Systems
3.      Dokumen, spreadsheet, database
4.      Akunting dan sistem keuangan
5.      Informasi pengiriman dan pemesanan
6.      Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
7.      Sistem pembayaran domestik dan internasional
8.      Newsgroup
9.      On-line Shopping
10.  Conferencing
11.  Online Banking

Salah satu keuntungan adanya internet adalah munculnya bentuk perdagangan baru yang sebelumnya tidak ada pada jaman sebelum internet. Pada masa sebelum internet, perdagangan dilakukan secara sederhana yaitu antara pembeli dan penjual harus bertemu secara fisik dan alat pembayaran yang digunakan adalah uang tunai (atau cek).
Kelemahan perdagangan secara konvesional adalah pembeli hanya dapat memilih barang yang disediakan oleh penjual. Selain itu, pembeli hanya dapat memilih dan membeli barang selama penjualnya membuka tokonya, sehingga waktunya sangat terbatas. Bagi penjual sendiri, pembelinya sangat terbatas, hanya kepada pembeli yang berada di sekitar tokonya. Jarang sekali pembeli dari toko lain akan berbelanja ke tokonya apabila jaraknya memerlukan beberapa jam perjalanan.
Dengan adanya internet, cara berdagang seperti itu dapat diperbaharui, sehingga menguntungkan banyak pihak. Dari sisi pembeli, mereka dapat memilih barang yang ditampilkan melalui homepage oleh berbagai perusahaan yang memasangnya di internet. Homepage ini bahkan tidak berasal dari satu kota atau satu Negara, tetapi dari seluruh dunia. Pilihan barang, pilihan harga, pilihan penjualnya, pilihan waktunya, menjadi tidak terbatas pada satu lokasi dan satu waktu saja.
Dari sisi penjual, membuat satu homepage dapat diakses oleh pembeli dari seluruh dunia, dengan demikian membuka pasar yang jauh lebih luas. Bahkan penjual tidak perlu memiliki stok barang dalam jumlah besar. Mereka cukup memasang fotonya saja. Kalau ada pesanan, segera diambilkan dari pemasoknya. Cara layanan jasa pembayaran, biasanya melalui kartu kredit. Urusan menjadi praktis, karena penjual dapat menggunakan program computer yang secara otomatis akan melayani pembeli, sehingga tidak perlu lagi mempekerjakan banyak karyawan. Pengiriman barang pun dapat dilakukan lewat kantor pos atau jasa pengiriman.
Cara berbisnis dengan media elektronik dan internet ini merupakan awal dari diterapkannya e-commerce (electronic commerce) atau sering disebut juga dengan e-business.

STUDI KASUS E-COMMERCE

Salsa adalah salah satu contoh gadis kreatif yang memanfaatkan bakat yang dimiliki yaitu menggambar untuk mencari tambahan uang kuliah. Dengan bantuan teman-teman kampusnya, dia membuat berbagai macam sepatu dengan desain unik dan lucu. Salsa memanfaatkan fasilitas internet di rumahnya untuk memulai usaha bisnis online. Mengapa dia memilih memasarkan hasil karyanya lewat internet (e-commerce)? Apakah keuntungan dan kerugian yang didapatkan Salsa? Dan bagaimana proses pemasaran melalui e-commerce ini?

Jawab:
Salsa mengunakan internet sebagai media pemasaran hasil karyanya karena dia memanfaatkan kemajuan zaman di bidang informasi, di mana hampir semua lapisan masyarakat sudah menggunakan internet. Selain itu lewat bisnis online banyak membantunya dalam mendapatkan pelanggan. Cukup dengan membuat web atau blog sebagai toko medianya. Menghemat waktu karena tidak membutuhkan lama untuk mengupload gambar atau foto hasil karyanya dan penjelasan mengenai informasi barang yang lengkap dan jelas. Selain melalui blog, Salsa juga memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, yahoo messenger ataupun dengan smartphone (BBM). Dengan sedikit kreatif dalam mengolah blog/web menjadi daya tarik tersendiri bagi pemasaran hasil karya Salsa ini. Di mana pun dan kapanpun Salsa dapat dengan cepat melayani pelanggan. Cukup dengan menunggu pelanggan untuk memilih barang yang ingin dibeli lalu mengkonfirmasi dengan Salsa, setelah menyelesaikan pembayaran, barang pun siap dikirim dan sampai dengan cepat melalui jasa pengiriman.
            Tetapi tidak semudah itu menjalani bisnis ini, Salsa seringkali dibohongi oleh pelanggan yang tidak bertanggung jawab, seperti contoh ada pelanggan yang mengakui sudah mentransfer sejumlah uang untuk pembayaran tetapi ternyata belum. Sering juga para pelanggan memberikan alamat yang kurang jelas sehingga paket barang tersebut tidak sampai ketangan pelanggan, dan pelanggan tersebut meminta ganti rugi atas pembayaran.
            Proses pemasaran melalui e-commerce:
1.      Bergabung dengan homepage yang sudah ada dan terkenal seperti plasa.com atau membuat web/ blog, facebook, dan twitter.
2.      Mengupload foto/gambar barang dan dilengkapi informasi yang jelas dan lengkap.
3.      Mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi
4.      Mencantumkan cara pemesanan
Pemesanan dilakukan dengan cara :
- Menyebutkan nama dan kode barang
- Menyebutkan ukuran ( jika ada )
- Menyebutkan nama, telepon dan alamat lengkap pemesan beserta kode pos.
5.      Mencamtukan cara pembayaran yang bisa dilakukan dengan cara transfer melalui bank.
6.      Memberikan batas waktu pembayaran, biasanya dalam jangka waktu 3x24 jam setelah pre order (pemesanan). Kalau lebih dari batas waktu yang ditentukan maka pemesanan dianggap batal.
7.      Memberitahukan kepada pelanggan mengenai konfirmasi pembayaran yang dapat dilakukan dengan cara memfax bukti transfer, upload bukti transfer, sms (bila melalui mobile banking)
8.      Mengirimkan paket setelah menerima konfirmasi pembayaran.
9.      Tambahan informasi kepada pelanggan (biasanya sudah disetujui pelanggan) seperti produk dan uang pembayaran tidak dapat dikembalikan kecuali apabila terjadi kesalahan dari pihak penjual. Kondisi barang yang rusak / cacat dalam proses pengiriman, tidak menjadi tanggung jawab penjual. Pengembalian uang pembayaran akan dikenakan biaya administrasi 10%. Pengembalian uang pembayaran dilakukan tanpa pengembalian biaya pengiriman. Biaya pengiriman pengembalian produk ditanggung pihak pembeli.

Sumber:
Winarno, Wing Wahyu. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta. Penerbit: UPP (Unit Penerbit dan Percetakan) STIM YKPN, 2002.
http://www.baliorange.web.id/pengertian-ecommerce/